Gandeng UNICEF dan PKBI Daerah, Dinas Kesehatan Provinsi NTB Gelar Orientasi Pengawasan Kualitas Air Bagi 70 Sanitarian di Kabupaten Lombok Timur

Lombok Timur 20/05 2024– Sebanyak 70 orang sanitarian dari 19 Puskesmas serta dari Dinas Kesehatan kabupaten Lombok Timur hadir dalam kegiatan orientasi pelaksanaan pengawasan kualitas air bagi sanitarian angkatan I dan II di kabupaten Lombok Timur, merupakan kerjasama Dinkes provinsi NTB melalui Dinkes kabupaten Lombok Timur dan PKBI daerah NTB sebagai pelaksana program UNICEF dengan BAPELKES Mataram. Acara yang dihadiri oleh Kadis Kesehatan kabupaten Lombok Timur, Direktur PKBI cabang Lombok Timur mewakili direktur PKBI daerah NTB menyampaikan sambutan. Selain itu hadir juga Tim Fasilitator dari Tim Kesehatan Lingkungan Dinkes Provinsi NTB, Tim dari Bapelkes Mataram.

Acara yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 20 sampai dengan 22 Mei di Lombok Syariah Hotel Lombok Timur, dibuka oleh Kepala Dinas kesehatan kabupaten, bapak Dr H Fathurrahman, S.KM,. MM. Dalam sambutannya, Kadis menyebut terkait kebijakan pemantauan kualitas air yang termuat dalam Permenkes nomer 2 tahun 2023 tentang pelaksanaan PP no 66 tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan menjadi salah satu konsern dari Dinas Kesehatan yang mana Sanitarian sebagai ujung tombak mengawal dan melaksanakan pemantauan kualitas air khususnya di lokasi wilayah kerja puskesmas.

Kadis Kesehatan juga menyebut, persoalan kesehatan ini cukup erat kaitannya dengan persoalan air. Beliau mencontohkan keterkaitannya antara pentingnya pemantauan kualitas air guna mencegah persoalan stunting, cegah kematian karena diare. “Buruknya akses air minum, sanitasi dan hygine berkontribusi sebesar 15% terhadap kondisi mal nutrisi anak. Kedua, 58% kejadian diare dapat dikaitkan dengan beberapa faktor antara lain 34% disebabkan oleh buruknya akses air minum, sementara kondisi sanitasi dan higiene yang buruk menyumbang sebanyak 20 sampai 19%” tutur H. Fathurrahman. Sehingga harapannya kegiatan yang terlaksana ini dapat meningkatkan kapasitas Sanitarian baik di ruang kelas, serta praktek lapangan diharapkan dapat diikuti dengan serius oleh peserta sehingga Sanitarian dapat benar-benar profesional dalam menjalankan tupoksi dan meningkatkan kinerja pelayanan khususnya di Puskesmas.

Sementara itu, WASH Officer UNICEF kantor perwakilan NTT dan NTB, Rostia La Ode Pado dalam sambutannya mengatakan UNICEF adalah Lembaga PBB yang diberi mandat untuk menjamin bahwa hak-hak anak terpenuhi, termasuk hak untuk mendapatkan akses air bersih, sanitasi, promosi kesehatan dan pengelolaan sanitasi yang aman.

Pada kesempatan tersebut, Rostia juga mengucapkan selamat kepada Dinkes Provinsi NTB, Bapelkes dan HAKLI, Dinkes Kabupaten Lombok Timur serta mitra pelaksana PKBI daerah NTB atas penyelenggaraan kegiatan orientasi yang melibatkan Tenaga Sanitasi Lingkungan, setelah pada minggu sebelumnya telah selesai melaksanakan pelatihan Kader di Puskesmas Semoga dengan adanya kegiatan hari ini bisa menjadi wadah untuk peserta maupun pelatih saling bertukar praktek baik, penglaman dan pembelajaran dalam melakukan pemeriksaan kualitas air dan kampanye di Masyarakat untuk air yang aman. Dengan NTB menjadi provinsi yang sudah mencapai status deklarasi pilar 1,2 dan 3 STBM terverifikasi harapannya Fasilitator bisa memberikan penguatan kepada TSL untuk memepertahankan perilaku pilar 3 STBM yang di dalamnya adalah mengelola air dan makanan yang aman. Kegiatan kolaborasi ini dengan menghadirkan kementerian Kesehatan, HAKLI, pelatih dari Dinkes Lobar, Dinkes Lotim, Dinkes Prov.NTB, Bapelkes Mataram dan HAKLI Pusat untuk menambah wawasan kita terkait dengan pelaksanaan pengawasan kualitas air” tutur Rostia.

Sementara itu, Agus Hairi, selaku Direktur PKBI Lombok Timur, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pemeriksaan pemantauan kualitas air di kabupaten Lombok Timur sebagai lokasi sampel. Agus Hairi juga menyampaikan bahwa bukan kali ini saja UNICEF melalui PKBI daerah menjadikan Lotim wilayah program, sebelumnya program lingkar remaja juga dianggap cukup berdampak pada peningkatan kapasitas remaja. Mengingat program Integrasi Layanan Primer khususnya WASH yang fokus intervensi pada peningkatan kualitas layanan dasar dan pemeriksaan kualitas air, sehingga harapannya tiap kegiatan juga dapat terintegrasi dengan program lain seperti eliminasi TB yang juga sedang dilaksanakan PKBI daerah melalui cabang kabupaten/kota di Provinsi NTB.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber secara hybrid antara lain Anita Rentauli Gultom dari Dit PL Kemenkes RI memaparkan tentang Kebijakan Pengawasan Kualitas Air Minum. Narasumber dar PP HAKLI, Suprapto, S, KM . M Kes memaparkan mengenai Prinsip prinsip dan strategi Pelaksanaan Pengawasan kualitas air. Setelah sesi paparan materi, para peserta dibagi dalam dua kelas angkatan dan pembelajaran dipandu oleh fasilitator. ***