Dukung Program Integrasi Layanan Primer untuk Kesehatan, PKBI Daerah NTB bersama UNICEF Selenggarakan Workshop Kickoff

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Mataram – Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi menghadiri acara Workshop Kickoff Sosialisasi dan Koordinasi Program Integrasi Layanan Primer untuk Semua Anak di Provinsi NTB yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (27/02). Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Miq Gite memberikan apresiasi dan terima kasih kepada UNICEF yang dalam hal ini sebagai pendukung pendanaan dan PKBI daerah NTB sebagai mitra implementasi .

Mengingat saat ini, Pemprov NTB sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045 menyongsong Indonesia Emas dan NTB Emas. Keberadaan PKBI  diharapkan dapat berkontribusi pada dukungan kemitraan khususnya dalam mendukung program-program kesehatan di provinsi NTB.  

“Saya berharap nantinya apapun hasil dari workshop ini dapat segera disinergikan dan dikonsolidasikan dengan konsep RPJPD 2025 – 2045 dan RPJM 2025 – 2029, sehingga ada gambaran  bagaimana peran dan hubungan pemerintah juga pihak NGO mitra strategis pembangunan dapat terus bersinergi. Mari kita lakukan revitalisasi peran dan dukungan ini dalam mengatasi permasalah kesehatan masyarakat di NTB,” tuturnya.

Dalam sambutannya Direktur PKBI NTB, Ahmad Hidayat, S.Pd mengatakan bahwa kontribusi PKBI NTB bersama dengan Unicef sebagai pendukung pendanaan dan donor dari Pemerintah Korea Selatan dan Canada, dengan total hibah kerjasama kemitraan kurang lebih sebesar 6 Milyar rupiah yang harus diselesaikan dalam jangka waktu 5,5 bulan, yang mana program ini berfokus pada Integrasi Layanan Primer Khususnya untuk Kesehatan/ Health sebesar 60%, dan air, sanitasi dan kebersihan (WASH)  di 35 Puskesmas masing-masing 7 puskesmas di Kota Mataram, 10 Puskesmas di Lombok Barat dan 18 Puskesmas di Lombok Timur.

“Upaya ini dilakukan untuk mendukung program pembangunan di Provinsi NTB agar NTB sektor kesehatannya tetap Maju Melaju harapannya akan dapat dikembangkan di seluruh Puskesmas yang ada di 10 Kabupaten/ Kota se Provinsi NTB” ungkapnya. Ia juga menegaskan agar terus berupaya untuk mendukung beberapa indikator di cluster 1, cluster 2 dan cluster 4 terkait dengan Integrasi Layanan Primer.

“Kami akan fokus pada Peningkatan kapasitas puskesmas, khususnya tenaga kesehatan terkait dengan kemampuan atau keterampilan tenaga kesehatan dalam manajemen layanan esensial,”ungkapnya.  Acara dihadiri oleh perwakilan Puskesmas, Dinas Kesehatan, Bappeda Provinsi dan kabupaten Kota, Pokja PPAS, TP PKK, Health Officer UNICEF NTT-NTB dan sejumlah organisasi mitra. Dalam sesi Diskusi, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr Ir. H.Iswandi, MSi menyampaikan tema mengenenai Capaian dan Strategi percepatan SDGs ke-3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera di Provinsi NTB. Sementara Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Dr H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS memaparkan tema Peluang Tantangan Implementasi UU no 17 tahun 2023 di Provinsi NTB** (My_MEL)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
MEL-W

MEL-W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terbaru

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.